English & Bahasa Indonesia

A warm welcome to this website which belongs to the Foundation Blaricum-Sumatra-Medan, commonly know as Stichting BSM. BSM stands for Foundation Blaricum-Sumatra-Medan.

Why Blaricum? It’s small village in the centre of the Netherlands, the location of a Primary School, called the Openbare School Bijvanck. (Bijvanck is the name of the area). “Openbare” means that every child is welcome no matter religion, political parental preferences, job, or income.

The island Sumatra is one of the biggest islands in Indonesia within the city of Medan, with about 2.5 million inhabitants. You might compare it with Sweden in Europe.

What do these places have in common?

Nothing particular but I, Pierre Pourchez, have been a Primary School teacher in the village of Blaricum for about 35 years and my birthplace happens to be Medan.

As a teacher, I wanted to teach my students more than the average of the usual subjects like: Math, Dutch language and grammar, Geography and improving and enjoying skills like Music and having fun during the Gym. It started about 1995; I pondered on how we could involve the Dutch students in projects for children of similar ages to them, but who were far less fortunate than them.

Initially, the OBS Bijvanck started with the organization PLAN but it didn’t work out the way we wanted it to.

Our students were creative and hard working hard and they tried to earn and collect money for PLAN. The disadvantage was: “ Where did the money go to and what are the results and is it possible to witness these efforts?

After ending the contract between the school and PLAN, we decided to look for a project in a more substantial and clear way.

Holiday in Indonesia  

In 1999 my wife and I went on holiday to Indonesia and tried to make contact with relevant people and organisations who were working with children in need. And we did succeed: we met Mrs Lenny Kosasih, Chair Lady of the Yayasan Abdi Kasih in Martubung/Medan.

When I came home, I presented what I’d seen: the bleak and desperate situations of homeless and disabled children in Indonesia.

I spoke with the local board of Yayasan Abdi Kasih and witnessed first hand the often dirty and poverty stricken situations about 60 children. Some were sleeping on the floor and only one tap providing clean drinking water was available for 60 children. The floors and classrooms were simple and scantily decorated, dark grey concrete and felt joyless. Anyway, coming back after a very impactful and thought-provoking trip, I presented this situation to my colleagues and board of OBS Bijvanck in Blaricum.

The beginning of BSM and Abdi Kasih

We decided to adopt Yayasan Abdi Kasih for five years and confirmed to donate every year a small amount of money, creatively collected by children in the same age but in the Netherlands. During the beginning we considered it a victory donating 100 euro’s, earned and collected by nine years old children. The first five years yearly raised it to 250 euro’s. But contacting more business and professional charity organisations like Cordaid, talking with the ASN Bank, we managed it to get more substantial support and students who have left our Primary School continued in collecting money for Yayasan Abdi Kasih.

25 years later…

Now, after almost 25 years of a structural cooperation between the Dutch OBS Bijvanck in Blaricum and the Yayasan in Medan we are proudly able  to look back summing up some successful results:

  • A brand-new kitchen with a huge support of Cordaid, including a real fridge
  • Over 8 water taps available for all kids, we started with 1
  • Good and proper toilets and clean watersupport
  • Fishing ponds and gardens to work in, taking care of their own food
  • Getting fully filtered drinking-water out of the ground by a proper pumping system.
  • Good clothing
  • Proper floors everywhere in the building
  • Medical support
  • Living in an area that is safe and well-protected.

And now we proudly can announce our philosophy: “ If you are doing good yourself, you always will be able to take care of someone else.”

 And we have to go on: children need education, food and clothing. They have the right to become adult people with some simple skills to grow.

For that we need money and it would be great to send a donation, we just simply need it.

 DONATE?

All amounts huge or small, financial supports are more than welcome. Transparency and honesty is what we stand for and even if you want a personal info of our financial behaviour, we consider you more than welcome, except for publishing private names of sponsors and donations.

On our site you will be invited to help us and to donate by using the QR-code or transferring  according the traditional way.

You will be able to find all bank-info you need in order to transfer.

THANK YOU VERY VERY MUCH!

BAHASA INDONESIA

Selamat datang di situs web Yayasan Blaricum-Sumatera-Medan, yang disingkat Yayasan BSM.

BSM adalah singkatan dari Blaricum-Sumatera-Medan. (suggest to not include this, as it is a repetition from the first sentence)

Apa itu Blaricum? Blaricum adalah sebuah desa kecil di pusat Belanda, dimana Sekolah Dasar Bijvanck (Bijvanck adalah nama wilayah tersebut) berada. Sekolah Dasar Bijvanck merupakah sekolah “Openbare” yang berarti setiap anak, tanpa memandang agama, preferensi politik, pekerjaan, dan pendapatan orang tua, diterima di sekolah ini.

Kota Medan terletak di Pulau Sumatera, salah satu pulau terbesar di Indonesia, yang dihuni oleh sekitar 2,5 juta penduduk.

Apa kesamaan Blaricum dan Medan? Tidak ada yang spesifik, tetapi saya, Pierre Pourchez, telah menjadi guru Sekolah Dasar di Blaricum selama sekitar 35 tahun dan Medan merupakan tempat kelahiran saya.

Sebagai seorang guru, saya ingin mengajarkan lebih banyak hal kepada murid – murid saya selain pelajaran – pelajaran biasa seperti Matematika, tata Bahasa dan Bahasa Belanda, dan Geografi. Saya ingin murid – murid dapat meningkatkan dan menikmati keterampilan bermusik dan bersenang – senang selama melakukan aktivitas fisik.

Semuanya dimulai sekitar tahun 1995; dimana kami berpikir bagaimana melibatkan siswa – siswa Belanda dalam proyek – proyek sosial untuk anak – anak seumuran mereka yang berada dalam situasi dan kondisi yang kurang beruntung.

Pada awalnya OBS Bijvanck (suggest to include what OBS stands for) dimulai dengan i PLAN (suggest to include what PLAN stands for), tetapi PLAN tidak berjalan sesuai dengan apa yang kami inginkan.

Murid – murid telah sangat kreatif dan bekerja keras mencoba mengumpulkan dana untuk PLAN. Namun, pertimbangannya adalah ke mana dana tersebut disalurkan? Bagaimana hasil dari dana yang disalurkan? Apakah memungkinkan untuk melihat hasil dari usaha mengumpulkan dana yang disalurkan tersebut?

Setelah mengakhiri kontrak antara sekolah saya dan PLAN, kami memutuskan untuk mencari proyek yang lebih substansial dan transparan/jelas.

Saya pergi berlibur ke Indonesia pada tahun 1999 dan mencoba menghubungi orang – orang dan organisasi yang berhubungan dan bekerja dengan anak – anak kurang beruntung dan berkebutuhan. Setelah kembali ke negara asal, saya menyampaikan apa yang saya lihat di Indonesia, yaitu kondisi memprihatinkan dari anak – anak tunawosma berkebutuhan khusus.

Saya telah bertemu dengan pengurus Yayasan Abdi Kasih dan menyaksikan kondisi kurang layak yang dialami oleh 60 anak – anak yang dirawat. Beberapa anak harus tidur di lantai, kurangnya akses air minum yang layak untuk seluruh anak – anak, serta kondisi ruang kelas dan fasilitas yang sangat sederhana dan minim dekorasi. Saya menyampaikan temuan saya di Yayasan Abdi Kasih kepada rekan – rekan dan dewan di OBS Bijvanck di Blaricum.

Kami memutuskan untuk mengadopsi Yayasan Abdi Kasih selama lima tahun dan mengkonfirmasi donasi tahunan yang berupa sejumlah kecil dana uang yang dikumpulkan oleh anak – anak seumuran mereka di Belanda.

Pada awalnya, kami menilai gerakan yang sukses dengan donasi EUR 100 yang diperoleh dan dikumpulkan oleh anak – anak kami yang berusia 9 tahun. Dalam lima tahun pertama, jumlah dana yang didonasikan meningkat menjadi EUR 250.

Dengan menghubungi lebih banyak bisnis dan organisasi amal profesional seperti Cordaid dan Bank ASN, serta anak – anak kami yang telah menyelesaikan pendidikan Sekolah Dasar tetap mengumpulkan dana untuk Yayasan Abdi Kasih, kami berhasil memberikan dukungan yang lebih substansial.

Setelah hampir 25 tahun kerjasama yang berkelanjutan antara OBS Bijvanck di Blaricum dan Yayasan di Medan, kami dengan bangga dapat melihat hasil berupa:

  • Dapur baru yang dibangun dengan dukungan besar dari Cordaid
  • Lebih dari 8 titik akses air yang tersedia untuk semua anak
  • Toilet yang baik dan layak dengan sumber air
  • Kolam ikan dan kebun untuk anak – anak, sehingga mereka dapat memenuhi kebutuhan pangan mereka sendiri
  • Filtrasi air minum dari sumber air dalam tanah dengan sistem pompa
  • Sandang/pakaian yang layak
  • Lantai dan bangunan yang layak
  • Dukungan medis
  • Tempat tinggal yang aman dan terlindungi dengan baik

Dengan bangga kami dapat menyampaikan filosofi kami: “Jika Anda hidup dengan baik, Anda selalu dapat membantu dan merawat orang lain.”

Dan kami harus menekankan: anak – anak membutuhkan edukasi, sandang, dan pangan. Mereka berhak menjadi orang dewasa yang memiliki keterampilan sederhana untuk tumbuh dan bertahan hidup.

Untuk itu, kami sangat membutuhkan donasi dana untuk mewujudkan hal tersebut.

DONASI?

Seluruh dukungan keuangan, baik dalam jumlah kecil maupun besar, sangat kami hargai. Transparansi dan kejujuran adalah prinsip yang kami pegang teguh. Jika Anda membutuhkan informasi pribadi seperti tata cara pengelolaan keuangan, kami dapat menyediakannya dengan senang hati, kecuali untuk mempublikasikan nama – nama pribadi sponsor dan donator.

Kami memiliki pengaturan ANBI-arrangement, yang berarti bahwa setiap donasi dapat dicatat menjadi insentif pajak.

Di situs kami, Anda akan diundang untuk membantu dan berkontribusi dengan donasi melalui kode QR  atau transfer manual.

Anda akan dapat menemukan semua informasi bank yang Anda butuhkan untuk keperluan donasi.

Terima kasih banyak